Disusun Oleh:
Nama : Rina Winarti
NIM : 602220048
Prodi : Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas : Dakwah
LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2025
Nama : Rina Winarti
NIM : 602220048
Prodi : Komunikasi dan Penyiaran Islam
Fakultas : Dakwah
LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI
2025
KULIAH KERJA NYATA (KUKERTA) MANDIRI “MEMBANGUN KAMPUNG KITO” UIN SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2025 Lokasi Pengabdian: Jl. Kapten Pattimura No.35D KM. 8, Kenali Besar, Kec. Kota Baru, Kota Jambi, Jambi 36361 Dosen Pembimbing Lapangan: Hafifatul Auliya Rahmy,Skm.,M.K.M Disusun Oleh: Nama : Rina winarti NIM : 602220048 Prodi : Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas : Dakwah LEMBAGA PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTHAN THAHA SAIFUDDIN JAMBI 2025 Laporan Kegiatan Magang 1. Pendahuluan Dalam dunia jurnalistik, waktu adalah sahabat sekaligus tantangan. Berita tidak pernah menunggu, dan kecepatan dalam menulis serta mempublikasikannya menentukan nilai informasi bagi pembaca. Sebagai peserta magang selama 45 hari dalam Program KKN Mandiri Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Syaifuddin Jambi di Jambi Ekspres, saya mendapatkan pengalaman langsung tentang bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam praktik sehari-hari di redaksi yang dinamis. Sejak hari pertama, saya disadarkan bahwa menjadi jurnalis berarti selalu siaga. Setiap detik di redaksi dipenuhi dengan aktivitas yang tak terduga: wartawan yang mencari berita, editor yang menyunting naskah, fotografer yang menyiapkan dokumentasi, hingga koordinasi intens demi menghasilkan laporan yang akurat dan menarik. Dari sinilah saya mulai memahami bahwa ketepatan waktu bukan sekadar keharusan, melainkan fondasi utama dalam setiap langkah pekerjaan jurnalistik. Minggu pertama magang membuka mata saya pada ritme kerja yang cepat dan terkadang menegangkan. Saya belajar untuk menyesuaikan diri dengan tempo redaksi, menyusun berita dengan cepat tanpa mengorbankan kualitas, dan tetap tenang di tengah tekanan deadline. Pengalaman ini tidak hanya mengasah kemampuan menulis dan observasi, tetapi juga melatih kedisiplinan, kerja sama tim, dan insting jurnalistik yang tajam. Magang ini memberi saya kesempatan untuk menyaksikan langsung bagaimana sebuah berita lahir: dari pengumpulan data, wawancara narasumber, penulisan naskah, hingga proses penyuntingan dan publikasi. Setiap hari membawa tantangan baru sekaligus pembelajaran berharga, membuat saya semakin yakin bahwa dunia jurnalistik adalah tempat di mana kecepatan, akurasi, dan ketelitian berjalan seiring. 2. Latar Belakang Jambi Ekspres merupakan salah satu media cetak dan online terbesar di Provinsi Jambi. Tidak hanya menyajikan berita, media ini juga menjadi sumber informasi terpercaya yang membentuk opini publik. Memilih tempat ini sebagai lokasi magang bukanlah keputusan spontan. Saya ingin mengalami langsung proses peliputan berita dari awal hingga menjadi karya yang dibaca ribuan orang. Di kampus, teori jurnalistik memang penting, tapi pengalaman di lapangan memberi pemahaman yang jauh lebih nyata. Bagi saya, dunia jurnalistik adalah dunia yang bergerak cepat. Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kejadian bisa menjadi berita, dan setiap berita memiliki umur yang singkat. Semakin cepat dikabarkan, semakin relevan ia di mata pembaca. Prinsip inilah yang menjadi dasar saya dalam menjalani magang ini. 3.Kegiatan Mingguan • Melakukan peliputan di lapangan, termasuk mencatat poin-poin penting, melakukan wawancara, dan mendokumentasikan kegiatan. • Menulis draf berita berdasarkan hasil liputan dengan memperhatikan struktur lead, alur, dan keakuratan fakta. • Mengirimkan draf kepada pamong lapangan untuk di kirim ke editor serta melakukan revisi sesuai arahan. 4.Tantangan • Mengatur waktu antara liputan di lapangan dengan deadline penulisan berita. • Menghadapi narasumber yang sulit diwawancarai. • Kondisi lapangan yang tidak selalu mendukung, seperti jauh dari Lokasi tempat tinggal • Selalu di kejar deadline berita dan harus Kembali absen ke jambi ekspres Ketika pulang dari liputan 5.Pelajaran yang Didapat • Pentingnya kecepatan dan ketelitian dalam menulis berita. • Kemampuan komunikasi dengan narasumber maupun tim redaksi semakin terasah. • Belajar beradaptasi dengan kondisi lapangan dan berpikir praktis. • Menyadari bahwa berita bukan sekadar informasi, melainkan tanggung jawab social. 6. Penutup Pengalaman magang selama 45 hari di Jambi Ekspres telah menjadi perjalanan belajar yang sangat berharga bagi saya sebagai calon jurnalis. Saya merasakan langsung ritme cepat dunia pers, mulai dari mencari berita, mewawancarai narasumber, menulis naskah, hingga melihat proses editorial yang cermat sebelum sebuah berita diterbitkan. Setiap tantangan yang muncul di redaksi menjadi pelajaran penting tentang ketelitian, disiplin, dan kerja sama tim. Kesan terbesar yang saya bawa pulang adalah bahwa dunia jurnalistik menuntut kesiapan, kecepatan, dan integritas. Tidak cukup sekadar menulis berita; seorang jurnalis juga harus mampu memahami konteks, menjaga akurasi, dan menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi publik. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa setiap detik di redaksi memiliki nilai, dan setiap kesempatan untuk belajar adalah investasi bagi karier di masa depan. Pesan yang ingin saya bagikan kepada teman-teman yang ingin menekuni dunia jurnalistik adalah: jadilah selalu siap, terbuka untuk belajar, dan jangan takut menghadapi tekanan waktu. Karena dari pengalaman langsung, kita akan belajar bukan hanya bagaimana menulis berita, tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang profesional, cekatan, dan bertanggung jawab. Magang ini bukan sekadar praktik akademik, melainkan pengalaman hidup yang memperkaya wawasan, membentuk karakter, dan menumbuhkan semangat untuk terus berkarya di dunia jurnalistik.